Siaga Bersama Hadapi Musim Hujan, Pangkalpinang Waspada Banjir dan Genangan!
Pangkal Pinang- Langit di atas Kota Pangkalpinang mulai kerap diselimuti mendung, pertanda musim hujan telah tiba. Menyikapi peralihan musim ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Pangkalpinang secara resmi mengeluarkan imbauan siaga kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengantisipasi potensi banjir dan genangan air yang kerap melanda sejumlah titik rawan.

Baca Juga : Unjuk Rasa Penambang Di Kantor PT Timah Berakhir Ricuh, Gas Air Mata Ditembakkan
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan diprakirakan akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra, terlebih bagi warga yang tinggal di daerah dataran rendah atau wilayah yang historisnya sering terdampak banjir.
Langkah Antisipasi: Dari Dalam Rumah Hingga ke Lingkungan
Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, menekankan bahwa kesiapsiagaan dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga. “Kami tidak bisa hanya mengandalkan reaksi saat banjir datang. Kuncinya adalah antisipasi. Masyarakat, khususnya di zona rawan, harus memastikan dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, dan surat berharga lainnya disimpan di tempat yang tinggi dan aman dari jangkauan air,” papar Dedi saat diwawancarai.
Namun, upaya pencegahan tidak berhenti di dalam rumah. Dedi Revandi dengan tegas menyoroti pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Faktor utama penyebab banjir di permukiman seringkali bukan semata-mata karena hujan deras, melainkan karena saluran air dan drainase yang tersumbat sampah. Satu bungkus plastik atau satu botol yang menyumbat gorong-gorong bisa menyebabkan air meluap ke pemukiman warga,” ujarnya dengan nada prihatin.
Oleh karena itu, ia mendorong agar tradisi kerja bakti atau gotong royong untuk membersihkan selokan dan saluran air di sekitar rumah digalakkan kembali. “Aksi kecil membersihkan lingkungan sendiri akan berdampak sangat besar dalam mengurangi risiko banjir,” tambahnya.
Sistem Penanggulangan yang Terintegrasi dan Siaga 24 Jam
Di tingkat kelembagaan, BPBD Pangkalpinang tidak tinggal diam. Mereka telah mengaktifkan sistem pemantauan cuaca secara berkelanjutan dan memperkuat koordinasi dengan seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. Tujuannya jelas: memastikan alur informasi berjalan lancar dan penanganan darurat dapat dilakukan secepat mungkin jika terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
“Kami telah menyiagakan personel dan peralatan pendukung di posko-posko BPBD. Masyarakat tidak perlu ragu untuk segera menghubungi kami jika membutuhkan bantuan. Semakin cepat laporan sampai, semakin cepat pula tim kami bergerak ke lokasi,” jelas Dedi Revandi meyakinkan.
Ajakan Kolaborasi: Waspada, Tidak Panik
Di akhir pesannya, Dedi Revandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap waspada tanpa dihantui kepanikan. Menghadapi musim hujan adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan warga.
“Kewaspadaan adalah hal yang utama, tetapi kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Pantau terus perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan media sosial BPBD Kota Pangkalpinang. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa meminimalisir dampak dan melewati musim hujan ini dengan lebih aman dan nyaman,” tutupnya.






