Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kebahagiaan Tulus di Semabung Lama Perjuangan Satu Kaki Berakhir

Skintific

Dari Hati ke Hati: Senyum Bahagia Sawari Kembali Setelah Terima Kaki Palsu dari Kapolda Babel

PangkalPinang- Sebuah kediaman sederhana di Kelurahan Semabung Lama, Pangkalpinang, pada hari itu diwarnai oleh kebahagiaan yang begitu tulus. Sawari (54), seorang warga yang selama ini harus berjuang menjalani aktivitas dengan satu kaki, akhirnya bisa tersenyum lega. Senyum bahagia itu melebar saat Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol. Hendro Pandowo, secara langsung menyerahkan dan membantu memasang sebuah kaki palsu yang telah lama dinantikannya.

Kebahagiaan Tulus di Semabung Lama Perjuangan Satu Kaki Berakhir
Kebahagiaan Tulus di Semabung Lama Perjuangan Satu Kaki Berakhir

Baca Juga : Luncurkan Layanan KB Gratis, Upaya Pangkalpinang Dukung Kesehatan Reproduksi Perempuan

Skintific

Bantuan yang diberikan bukan sekadar barang, melainkan sebuah harapan baru untuk kemandirian

Sawari kehilangan kaki kirinya akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya. Selama ini, segala aktivitas sehari-hari harus ia lakukan dengan hanya mengandalkan kaki kanannya, sebuah perjuangan berat yang ia jalani dengan penuh kesabaran.

“Saya sangat bahagia sekali, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Kapolda dan seluruh jajarannya yang telah bersedia datang langsung ke rumah dan memberikan bantuan kaki palsu ini. Ini sangat berarti bagi saya,” ucap Sawari dengan suara bergetar penuh syukur, sambil matanya berkaca-kaca. Ia pun menyampaikan doa terbaiknya, “Semoga Pak Kapolda dan semua anggota diberikan kesehatan serta kekuatan agar bisa terus membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan.”

Kehadiran rombongan Kapolda di rumah Sawari berawal dari laporan seorang Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Polsek Bukit Intan. Melalui laporan itu, Irjen Hendro mengetahui kondisi Sawari yang membutuhkan uluran tangan.

Saya mendapat informasi dari anggota tentang seorang warga yang sakit dan terpaksa diamputasi kakinya

Kebahagiaan Saya langsung memerintahkan jajaran untuk mendatangi dan menindaklanjuti kondisi tersebut. Alhamdulillah, hari ini kaki palsu yang sudah kita pesankan khusus telah tiba dan bisa kita serahkan langsung kepada Pak Sawari, jelas Hendro usai menyerahkan bantuan.

Kebahagiaan Momen haru itu terlihat begitu nyata dalam dokumentasi foto. Kapolda Babel yang dikenal rendah hati itu tak segan berlutut dan dengan penuh ketelitian membantu memasangkan serta menyesuaikan kaki palsu tersebut untuk Sawari. Ia didampingi oleh Dirbinmas Polda Babel, Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, Kabid Humas, Kombes Pol. Fauzan Sukmawansyah, dan Kapolsek Bukit Intan, Kompol Yosyua Surya Admaja.

Alhamdulillah, beliau sangat senang. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan dan membantu aktivitas sehari-hari Pak Sawari, tutur Hendro

Yang menarik, kedatangan Kapolda Hendro ke lokasi bukan dengan menggunakan mobil dinas yang mewah, melainkan dengan mengendarai sepeda motor dari Mapolda, mencerminkan gaya kepemimpinannya yang dekat dan bersahaja.

Gaya kepemimpinan Irjen Hendro Pandowo memang telah dikenal luas oleh masyarakat Babel. Ia sering kali turun langsung ke lapangan, tidak hanya dalam situasi formal. Kegiatannya ‘ngopi bareng’ di warung kopi (warkop) pinggir jalan untuk mendengar keluh kesah dan masukan dari masyarakat sudah menjadi pemandangan biasa. Tak hanya itu, kepeduliannya juga sering ditunjukkan dengan menjenguk masyarakat maupun rekan kerjanya yang sedang sakit, termasuk para wartawan. Setiap momen kebersamaan ini kerap dibagikan oleh akun Humas Polda Babel, menunjukkan wajah polisi yang humanis dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Selanjutnya, Kepolisian Daerah Bangka Belitung berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi Sawari. Mereka akan mengirimkan tim medis secara berkala ke rumahnya untuk memastikan kaki palsu tersebut dapat berfungsi dengan optimal dan nyaman digunakan. Selain itu, pihak kepolisian juga akan memberikan pendampingan dalam bentuk bantuan konsultasi kesehatan untuk menangani diabetes yang diderita Sawari.

Tak hanya berfokus pada Sawari, program kepedulian ini akan diperluas cakupannya

 Kapolda telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk aktif mendata warga lain yang memerlukan perhatian dan bantuan serupa.

Sejalan dengan hal tersebut, Polda Babel juga akan menggandeng berbagai pihak untuk terlibat dalam program sosial ini.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat terhadap aksi-aksi sosial Kapolda ini terus meningkat. Bahkan, banyak warga yang secara sukarela menawarkan diri untuk ikut serta dan mendukung berbagai program yang dijalankan. Alhasil, tercipta suatu sinergi yang positif antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial.

Pada akhirnya, semua langkah ini menunjukkan transformasi paradigma kepolisian yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Dengan demikian, kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi semakin berarti dan dapat dirasakan secara langsung oleh membutuhkan.

Skintific