Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kebakaran Hanguskan Pabrik Tahu di Kawasan Padat Penduduk Pangkalpinang

Skintific

Pabrik Tahu di Pangkalpinang Hangus Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Puluhan Juta

PangkalPinang- Sebuah insiden kebakaran hebat menghanguskan sebuah pabrik tahu di kawasan padat penduduk Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Selasa malam (18:30 WIB). Peristiwa yang berawal dari kelalaian sederhana ini berubah menjadi bencana yang melumat seluruh bangunan pabrik hanya dalam hitungan menit.

Kebakaran Hanguskan Pabrik Tahu di Kawasan Padat Penduduk Pangkalpinang
Kebakaran Hanguskan Pabrik Tahu di Kawasan Padat Penduduk Pangkalpinang

Baca Juga :  Data Penduduk yang Akurat adalah Kompas Pembangunan Pangkalpinang

Skintific

Lokasi kejadian tepatnya berada di Gang Sirih, Kelurahan Opas Indah, Kecamatan Taman Sari. Pabrik tahu milik BW tersebut merupakan usaha rumahan yang berdempetan langsung dengan rumah pemiliknya, membuat malam yang seharusnya tenang berubah menjadi chaos akibat kobaran api dan kepulan asap tebal.

Dari Percikan Kecil Menjadi Bencana

Berdasarkan keterangan para saksi dan pekerja di lokasi, sumber api diduga kuat berasal dari tungku atau tempat penggorengan tahu. Salah seorang karyawan, Yusuf, menuturkan bahwa insiden terjadi tepat usai aktivitas produksi selesai. Sebuah percikan atau bara dari tungku tersebut diduga menjadi pemicunya.

“Kebetulan yang lihat teman saya. Awalnya api muncul dari tungku tempat masak goreng tahu. Api itu kemudian membesar dengan sangat cepat dan langsung menyambar ke bagian atap dan struktur bangunan di sekitarnya yang mayoritas terbuat dari kayu,” ujar Yusuf, menggambarkan betapa cepatnya kobaran api menjalar.

Respons Cepat Damkar, Namun Telat Selamatkan Aset

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pangkalpinang menerima laporan pada pukul 18.48 WIB. Dengan sigap, tiga unit mobil pemadam dikerahkan menuju lokasi yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk.

Efran, Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang yang hadir di TKP, menyatakan bahwa timnya tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit setelah laporan diterima. “Begitu tiba, kami langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas. Kurang dari 30 menit, api berhasil kita atasi dan padamkan total,” jelas Efran.

Sayangnya, kecepatan respons itu belum cukup untuk menyelamatkan aset pabrik. Seluruh bangunan pabrik tahu dinyatakan ludes terbakar. Beruntung, upaya pemadaman yang terkoordinasi berhasil mencegah api merambat ke rumah utama pemilik dan rumah-rumah warga di sekitarnya, sehingga potensi kerugian dan korban jiwa yang lebih besar dapat dihindari.

Human Error Diduga Jadi Pemicu, Kerugian Capai Rp 20 Juta

Efran menegaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah human error atau kelalaian manusia dalam proses penutupan operasional. “Korban jiwa dalam insiden ini tidak ada. Itulah yang paling penting,” tegasnya.

Meski begitu, kerugian material tidak terelakkan. Seluruh peralatan produksi, bahan baku, dan struktur bangunan pabrik musnah. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 20 juta lebih. Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih dilakukan oleh petugas untuk memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa dan memicu kebakaran ulang.

Skintific