Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Pemuda Pangkalpinang Geram, Akan Gelar Aksi Damai Tuntut Bea Cukai Usut Rokok Ilegal.

Skintific

Pangkalpinang Geram! Peredaran Rokok Ilegal Merajalela, Pemuda Tuntut Bea Cukai Bertindak

PangkalPinang- Gelombang kekhawatiran dan kekecewaan melanda kalangan pemuda di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Maraknya peredaran dan penjualan rokok ilegal secara bebas dan masif di berbagai warung dan toko menjadi pemicu utama. Menyikapi hal ini, organisasi Manifesto Pemuda Pangkalpinang menyatakan sikap tegas: mereka akan menggelar aksi damai untuk mempertanyakan kinerja pengawasan oleh Bea Cukai Pangkalpinang.

Pemuda Pangkalpinang Geram, Akan Gelar Aksi Damai Tuntut Bea Cukai Usut Rokok Ilegal.
Pemuda Pangkalpinang Geram, Akan Gelar Aksi Damai Tuntut Bea Cukai Usut Rokok Ilegal.

Baca Juga : Kejaksaan Tinggi Babel Akhirnya Ringkus Mat Din, Buronan Kasus Penyerobotan Tanah Setelah 7 Tahun

Skintific

Aksi damai yang rencananya digelar pada Senin, 22 September 2025 mendatang, ditujukan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan konkret agar aparat berwenang mengambil langkah serius dalam memberantas praktek ilegal yang merugikan negara dan masyarakat ini.

Abil, selaku Ketua Manifesto Pemuda Pangkalpinang, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian warga negara. “Kami dari Manifesto Pemuda Pangkalpinang sepakat tetap melaksanakan aksi damai. Sebagai warga negara, kami memiliki beberapa tuntutan yang akan kami sampaikan. Ini bukan tentang konfrontasi, tetapi tentang meminta pertanggungjawaban dan tindakan nyata,” tegas Abil.

Akar Permasalahan: Pengawasan yang Dipertanyakan

Inti dari protes ini adalah pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan. Para pemuda mempertanyakan bagaimana rokok-rokok ilegal tersebut dapat dengan mudahnya masuk, beredar, dan bahkan dijual secara terang-terangan di berbagai titik di Pangkalpinang dan sekitarnya. Rokok ilegal dengan merek-merek tertentu terlihat membanjiri pasar ritel, dijual dengan harga yang sangat murah, dan mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak di bawah umur.

“Dalam audiensi sebelumnya, kami telah menanyakan secara langsung mengenai fungsi dan tanggung jawab Bea Cukai. Kami mempertanyakan pengawasan mereka dalam hal perlindungan masyarakat dari peredaran rokok ilegal ini,” ujar Abil menjelaskan.

Dampaknya, menurutnya, sangat luas dan multifaset. “Ini bukan hanya persoalan kesehatan semata. Peredaran rokok ilegal yang masif sangat berdampak buruk.

Tanggapan Bea Cukai: Terbuka dengan Masukan, Akui Keterbatasan

Menanggapi geliat keresahan ini, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, menyatakan kesiapannya untuk menerima semua saran dan masukan dari masyarakat. Ia mengakui bahwa pihaknya menghadapi sejumlah tantangan operasional yang signifikan.

“Sebagai pelayan masyarakat, kami siap. Masyarakat yang mengeluhkan mengenai kinerja kami itu sah-sah saja. Kami di sini bekerja dengan keterbatasan anggaran dan yang paling utama adalah keterbatasan personel,” jelas Junanto.

Ia kemudian membeberkan realita di lapangan yang cukup memprihatinkan. “Tim pengawasan kami untuk seluruh wilayah Bangka hanya berjumlah tujuh orang. Bayangkan, tujuh orang harus mengawasi cakupan wilayah yang sangat luas. Itu sangat sulit. Karena itu, kami sangat berterima kasih dan membuka diri jika masyarakat mau menjadi mata dan telinga kami dengan memberikan informasi. Peran serta masyarakat sangat crucial karena tanpa itu, tugas kami tidak akan pernah tuntas,” paparnya.

Dengan jarak yang semakin dekat menuju hari aksi, semua mata kini tertuju pada dua pihak ini. Masyarakat Pangkalpinang menanti apakah gelombang suara pemuda ini akan menjadi katalis bagi perubahan dan pengawasan yang lebih ketat, atau hanya akan menjadi sebuah perbincangan yang kembali tenggelam ditelan waktu. Aksi damai pekan depan diprediksi akan menjadi momentum penentu untuk mendorong kolaborasi yang lebih sinergis antara pemerintah dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran rokok ilegal.

Kolaborasi Kunci: Masyarakat dan Aparat Bersinergi

Menyambut pernyataan Bea Cukai tentang keterbatasan personel, Manifesto Pemuda Pangkalpinang justru melihatnya sebagai peluang untuk membangun sebuah kolaborasi. Oleh karena itu, kelompok pemuda ini tidak hanya datang untuk berunjuk rasa, tetapi juga datang dengan semangat gotong royong.

“Kami memahami bahwa tujuh orang petugas mustahil bisa mengawasi seluruh penjuru Pulau Bangka,” kata Abil. “Sebagai akibatnya, kami menawarkan diri untuk menjadi mitra strategis. Sebagai contoh, kami akan membentuk kelompok pemantau independen yang dapat melaporkan temuan-temuan di lapangan secara langsung dan real-time kepada Bea Cukai.”

Rencana Aksi: Lebih dari Sekadar Orasi

Setelah itu, para peserta aksi akan secara simbolis menyerahkan proposal kerja sama yang berisi peta sebaran lokasi penjualan rokok ilegal yang telah mereka data selama seminggu terakhir.

“Pada akhirnya, tujuan kami sangat jelas: membersihkan Pangkalpinang dari rokok ilegal. Untuk mencapai tujuan ini, kami membutuhkan komitmen dan transparansi dari Bea Cukai.

Antusiasme Masyarakat: Dukungan Mengalir Deras

Info mengenai rencana aksi ini telah menyebar luas melalui media sosial.  Banyak warga yang merasa lega akhirnya ada suara kolektif yang menyuarakan keresahan mereka selama ini.

Seorang pemilik warung kelontong di pusat kota, Budi, menyatakan dukungannya. “Rokok ilegal ini merusak pasar. Meskipun harganya murah, namun kualitasnya tidak terjamin dan sangat merugikan kami pedagang yang menjual rokok legal. Saya sangat mendukung aksi para pemuda ini.”

Menuju Aksi Damai: Menantikan Respons Nyata

Sekarang, semua pihak menantikan respons lebih lanjut dari Bea Cukai Pangkalpinang pasca pernyataan terbukanya. Aksi damai pekan depan akan menjadi penanda apakah dialog ini akan berlanjut pada aksi nyata di lapangan.

Tanpa ragu, semangat kritis dan konstruktif dari Manifesto Pemuda Pangkalpinang ini memberikan angin segar bagi partisipasi masyarakat dalam pengawasan. Dengan demikian, momentum ini berpotensi tidak hanya menyelesaikan persoalan rokok ilegal, tetapi juga menjadi model ideal sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai masalah lainnya di masa depan.

Skintific