Bangka Kembali Ukir Prestasi Gemilang: Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Terbaik se-Indonesia
Pangkal Pinang- Kabupaten Bangka kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Setelah sukses meraih Paritrana Award untuk kinerja luar biasa di bidang perlindungan sosial ketenagakerjaan, kali ini Pemkab Bangka berhasil menyabet penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2025.
Baca Juga : Karyawan Minimarket di Pangkalpinang Gasak Rp53 Juta untuk Judi Online, Ditangkap dalam 24 Jam
Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, kepada Pj. Bupati Bangka, Jantani Ali, didampingi oleh Kepala Bappeda, Pan Budi Marwoto, dan Kabid Perlindungan Anak DP2KBP3A, Suhartini. Acara berlangsung di Auditorium Kementerian Agama RI, Jakarta, dan menjadi bukti nyata komitmen Bangka dalam mewujudkan lingkungan yang ramah bagi generasi penerus bangsa.
Bangka Terdepan di Babel, Targetkan Kategori Utama
Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan Kabupaten Bangka sebagai yang terbaik di Provinsi Bangka Belitung dalam kategori Nindya, sementara kabupaten/kota lain masih berada di level Madya dan Pratama.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bangka, Jantani Ali, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun non-pemerintah.
“Kami menyadari betul bahwa masa depan Bangka berada di tangan anak-anak. Oleh karena itu, hampir seluruh kebijakan dan sumber daya kami alokasikan untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi, baik dalam pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan menyeluruh,” tegas Jantani.
Tiga Pilar Utama Perlindungan Anak di Bangka
Jantani memaparkan bahwa upaya perlindungan anak di Bangka dilaksanakan melalui tiga strategi utama:
-
Peningkatan Kualitas Tumbuh Kembang Anak
-
Optimalisasi layanan kesehatan anak.
-
Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
-
Program gizi seimbang untuk mencegah stunting.
-
-
Perlindungan dari Kekerasan dan Diskriminasi
-
Rehabilitasi dan perlindungan sosial bagi anak korban kekerasan.
-
Penghapusan pekerja anak, terutama yang terlibat dalam pekerjaan berbahaya.
-
Perlindungan hukum bagi anak yang berkonflik dengan hukum.
-
-
Penguatan Kelembagaan dan Kolaborasi
-
Harmonisasi regulasi perlindungan anak.
-
Peningkatan kapasitas SDM pelaksana perlindungan anak.
-
Penyediaan data terpadu dan sinergi lintas sektor.
-
Sistem Pembangunan Berbasis Anak: Fondasi Menuju Kategori Utama
Pj. Sekda Bangka, Thony Marza, menegaskan bahwa Kabupaten Bangka telah memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak yang terintegrasi.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk mencapai Kategori Utama dan berkontribusi pada gerakan global World Fit for Children. Kami ingin menciptakan lingkungan yang humanis, mendukung pertumbuhan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” ujar Thony.
Proses Verifikasi Ketat: Dari Administrasi hingga Suara Anak
Kepala Bappeda Bangka, Pan Budi Marwoto, selaku Ketua Gugus Tugas KLA, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan setelah melalui evaluasi komprehensif, meliputi:
-
Penilaian mandiri oleh Pemkab.
-
Verifikasi administrasi oleh tim pusat.
-
Verifikasi lapangan hybrid dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait.
-
Pemantauan langsung aspirasi anak melalui forum partisipatif.
“Kami melibatkan seluruh unsur pentahelix—pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat—untuk memastikan perlindungan anak berjalan optimal,” jelas Pan Budi.
Fokus pada 5 Klaster Perlindungan Anak
Pemkab Bangka memperkuat perlindungan anak melalui lima klaster prioritas:
-
Kelembagaan & regulasi
-
Hak sipil & kebebasan
-
Lingkungan keluarga & pengasuhan alternatif
-
Kesehatan & kesejahteraan dasar
-
Pendidikan, budaya, & perlindungan khusus
“Kami akan terus menyempurnakan sistem ini dan menargetkan Kategori Utama tahun depan,” tegas Pan Budi.
Apresiasi untuk Semua Pihak
Pencapaian ini merupakan bukti bahwa kolaborasi multipihak mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan anak. Dengan semangat ini, Bangka siap melahirkan generasi emas yang berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia.






