Viral di Grup WA! Fotokopi KTP Hasan, Terduga Pembunuh Aditya Warman, Beredar – Polda Babel Buru Tukang Kebun yang Menghilang
Pangkalpinang- Sebuah fotokopi Kartu Tanda Penduduk KTP milik Hasan Basri, terduga pelaku pembunuhan terhadap Aditya Warman, Pemimpin Redaksi (Pemred) sebuah media online di Pangkalpinang, viral beredar di berbagai grup WhatsApp (WA). KTP tersebut memicu sorotan publik setelah kasus meninggalnya Aditya Warman yang ditemukan tewas di dalam sumur kebun miliknya.

Baca Juga : Penghargaan KLA 2025 Bukti Kolaborasi Sukses Pemkab Bangka & Masyarakat
Identitas Terduga Pelaku Terungkap
Berdasarkan fotokopi KTP yang beredar, Hasan Basri tercatat sebagai warga Desa Ruos, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Desa Ruos sendiri merupakan salah satu wilayah di kecamatan tersebut, yang termasuk dalam 19 kecamatan di OKU Selatan.
Informasi dari dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa Hasan lahir pada 26 Desember 1992 dan berstatus sudah menikah. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun ini kini menjadi buronan Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) setelah diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan majikannya, Aditya Warman.
Kronologi Misterius dan Pelaku yang Menghilang
Aditya Warman dilaporkan hilang oleh keluarganya sebelum akhirnya jenazahnya ditemukan di dalam sumur di kebun miliknya di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkalpinang. Yang mengejutkan, Hasan Basri—yang terakhir terlihat bersama korban—menghilang tanpa jejak sejak tiga hari sebelum penemuan jenazah.
Hingga polisi baru berhasil mengamankan Akmal alias Martin, seorang rekan pelaku yang diduga membantu Hasan melarikan diri. Akmal ditangkap Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bersama dengan satu unit mobil Daihatsu Terios putih milik korban yang sempat dibawa kabur.
Polda Babel Bongkar Motif di Balik Pembunuhan
Kombes Pol M. Rivai Arvan, Direktur Reserse Kriminal Umum Dirreskrimum Polda Babel, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendalami motif di balik kejadian ini.
“Hasan adalah tukang kebun korban yang bekerja di lokasi kejadian. Pasti ada cerita yang harus dibongkar: mengapa sampai terjadi pembunuhan, pencurian, dan kekerasan seperti ini. Kami meminta dukungan masyarakat agar pelaku segera ditemukan sehingga semua latar belakang peristiwa ini terungkap,” tegas Rivai, seperti dikutip dari Bangka Pos.
Sementara itu, Akmal saat ini ditahan di Mapolres OKI Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Adapun jenazah Aditya Warman telah dimakamkan oleh keluarga.
Pencarian Hasan Masih Berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, Hasan Basri masih dalam daftar buronan polisi. Masyarakat diimbau untuk membantu memberikan informasi jika melihat orang yang mirip dengan deskripsi pelaku.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama karena korban merupakan seorang jurnalis yang aktif di media lokal. Apakah ada motif lain di balik pembunuhan ini? Apakah Hasan bertindak sendiri atau ada dalang lainnya? Semua pertanyaan itu masih menunggu jawaban dari penyelidikan polisi.






