Alasan Kesehatan, Wakil Gubernur Babel Hellyana Batal Penuhi Panggilan Penyidik sebagai Tersangka
PangkalPinang- Pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur Kepulauan Babel, Hellyana, oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Babel harus tertunda. Hellyana, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan, tidak hadir memenuhi panggilan penyidik pada jadwal yang telah ditentukan.

Baca Juga : Semangat Santri Petaling, YBM PLN Jadi Penopang Di Tengah Reruntuhan
Konfirmasi mengenai ketidakhadiran ini disampaikan langsung oleh Direktur Reskrimum Polda Babel, Kombes Pol M. Rivai Arvan. Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Arvan menyampaikan bahwa alasan yang diberikan oleh pihak Hellyana adalah kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
“Alasannya sakit. Nanti tunggu saja info selanjutnya,” tulis perwira tinggi Polri tersebut, singkat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai jadwal pemeriksaan ulang yang akan dihadiri oleh Hellyana. Tim redaksi masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi dan tanggapan resmi dari tim kuasa hukum atau pihak Hellyana mengenai perkembangan terbaru dan kondisi kesehatannya.
Latar Belakang: Dari Pemeriksaan Awal ke Penetapan Tersangka
Kasus yang menjerat Wakil Gubernur ini telah memasuki babak baru. Sebelumnya, Humas Polda Babel, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, telah membenarkan bahwa penyidik secara resmi telah menetapkan Hellyana sebagai tersangka. Penetapan ini diikuti dengan pengiriman surat panggilan pemeriksaan pertama.
“Ya benar, kita sudah terima info dari penyidik Ditreskrimum bahwasanya hari ini sudah dikirimkan surat pemanggilan kepada Ibu Hellyana,” ujar Fauzan melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan bahwa penyidik akan segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap sang tersangka. “Infonya dalam waktu dekat akan dijadwalkan untuk pemeriksaan,” imbuhnya.
Proses hukum ini bukanlah yang pertama kali bagi Hellyana. Sebelum penetapan tersangka, ia telah memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan sebagai pihak yang dilaporkan. Pada kesempatan itu, Hellyana menghadiri pemeriksaan selama kurang lebih lima jam di Gedung Ditreskrimum Polda Babel. Dalam proses tersebut, ia dikabarkan telah menyerahkan sejumlah bukti yang dianggap relevan dengan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan terhadap dirinya.
Apa Selanjutnya? Menunggu Jadwal Baru dan Perkembangan Hukum
Dengan ketidakhadiran ini, bola kini berada di pihak penyidik. Menurut prosedur, pihak kepolisian akan menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai kondisi tersangka sebelum mengeluarkan panggilan kedua. Jika dalam panggilan berikutnya tersangka tetap tidak hadir tanpa alasan yang jelas dan dapat diverifikasi secara hukum, penyidik berwenang untuk mengambil langkah eskalsi, yang dapat berupa pemanggilan paksa (disebut secara hukum sebagai “pengantaran paksa”).
Masyarakat dan pengamat hukum kini tengah mengamati perkembangan kasus ini dengan cermat. Posisi Hellyana sebagai Wakil Gubernur tentu menambah dimensi politis dan publik pada proses hukum ini. Kejelasan mengenai kronologi dugaan penipuan, barang bukti, serta kondisi kesehatan yang menjadi alasan ketidakhadiran ini sangat dinantikan untuk memberikan gambaran yang utuh.
Semua pihak kini menunggu “info selanjutnya” yang disinggung oleh Direktur Reskrimum, yang akan menentukan arah dari proses penyidikan kasus yang mencoreng dunia politik daerah ini.






