Polisi Bubarkan 6 Geng Motor di Pangkalpinang, Bermula dari Perkelahian 7 Remaja
Folder Berita Pangkal Pinang– Polresta Pangkalpinang berhasil membubarkan enam geng motor yang diduga baru terbentuk di wilayah tersebut. Langkah ini diambil setelah polisi mengamankan tujuh remaja yang terlibat dalam perkelahian antar-kelompok pada Kamis (31/7) malam.
Awal Mula: Perkelahian 7 Remaja Anggota Geng
Peristiwa itu terjadi di Jalan Aliran Sungai Rangkui, tepatnya di belakang Hotel Puncak Mall, Kota Pangkalpinang. Ketujuh remaja yang diamankan Polresta mengaku sebagai anggota geng motor dengan identitas berbeda.
Berikut identitas mereka:
-
RC (15) dan FT (15) – Anggota Geng Pit Bull
-
RH (17), VG (18), RS (24), AL (16), dan RF (16) – Anggota Geng Pojok Misteri dan Geng Kami Anak Lapangan
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Max Mariners, menjelaskan bahwa mereka diamankan sekitar pukul 22.15 WIB setelah terlibat bentrok. “Mereka sedang terlibat perkelahian dan mengaku sebagai anggota geng motor,” ujar Max saat dikonfirmasi pada Jumat (1/8/2025).
Penyelidikan Polisi: Ternyata Ada 6 Geng Motor Aktif
Dari pengakuan para remaja tersebut, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasilnya, terungkap bahwa setidaknya ada enam geng motor yang aktif di Pangkalpinang. Geng-geng ini diduga baru terbentuk dan mulai menunjukkan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Tidak hanya mengumpulkan anggota, polisi juga memanggil para ketua geng untuk dimintai keterangan. Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai pergerakan geng motor sebelum berkembang lebih luas.

Baca Juga: Buang Sampah Sembarangan, di Pangkalpinang Sampah Bisa Jadi Uang
Apel Pembubaran & Pembakaran Simbol Geng
Sebagai bentuk komitmen pemberantasan geng motor, Polresta Pangkalpinang menggelar apel pembubaran pada Jumat pagi (1/8). Acara tersebut dihadiri oleh para anggota geng yang telah diamankan beserta keluarga mereka.
Prosesi pembubaran dilakukan secara simbolis dengan:
-
Pembacaan fakta integritas sebagai pernyataan tidak akan kembali terlibat dalam geng motor.
-
Penandatanganan pernyataan oleh anggota geng dan orang tua.
-
Pembakaran atribut geng, termasuk jaket, bendera, atau simbol lainnya.
“Kita laksanakan apel pembubaran dan penolakan geng motor di Mapolresta.
Dampak Geng Motor & Upaya Pencegahan
Aksi geng motor di berbagai daerah seringkali menimbulkan keresahan masyarakat, mulai dari perkelahian, balap liar, hingga tindak kriminal lainnya. Di Pangkalpinang, keberadaan geng motor ini masih dalam tahap awal, sehingga polisi bergerak cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Selain pembubaran, upaya preventif juga dilakukan dengan:
-
Pendekatan ke sekolah untuk memberikan pemahaman bahaya geng motor.
-
Sosialisasi ke orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak.
-
Penguatan patroli di lokasi rawan berkumpulnya remaja.
Respons Masyarakat & Harapan ke Depan
Masyarakat Pangkalpinang menyambut baik langkah tegas polisi ini. Banyak orang tua yang khawatir anak-anak mereka terpengaruh oleh pergaulan negatif geng motor.
“Kami berharap setelah pembubaran ini, tidak ada lagi remaja yang terlibat dalam geng motor. Orang tua juga harus lebih aktif memantau kegiatan anak-anak,” ujar seorang warga sekitar.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan terkait geng motor.






